Langkah-Langkah Memprogram Komputer
1. Analisa Masalah; Dalam tahapan ini perlu mendefinisikan masalah secara tepat serta menetukan penyelesaiannya, menentukan besaran-besara input data yang diperlukan, merencanakan hubungan input data dan pengolahannya, serta merencanakan bentuk outputnya.
2. Menyiapkan Algoritma; Membuat daftar langkah-langkah dari pemecahan masalah agar mempermudah dalam penulisan program.
3. Penulisan Program (Coding); menterjemahkan algoritma dengan menuliskannya menjadi kode-kode bahasa program
4. Kompilasi (Compiling); menerjemahkan bahasa program menjadi bahasa mesin.
5. Uji coba & koreksi Program (Testing); untuk meyakinkan bahwa program sudah benar & logis.
6. Dokumentasi; agar program dapat dengan mudah dan cepat dicari jika hendak melakukan modifikasi/pengembangan program.
Konsep Pemrograman Berorientasi Objek
Istilah pemrograman memiliki pengertian sebagai teknik membuat suatu program. Sedangkan program yang lebih dikenal dengan istilah software, merupakan satu atau beberapa file/berkas yang berisi kumpulan-kumpulan intruksi. Program dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman. Ada beberapa metode/teknik pemrograman, diantaranya adalah teknik pemrograman terstruktur, pemrograman prosedural, dan pemrograman berorientasi objek.
Pemrograman berorientasi objek merupakan teknik membuat program dengan berdasarkan kepada objek. Suatu permasalahan yang akan kita carikan solusinya bisa kita lihat sebagai suatu objek. Objek merupakan suatu bentuk atau model yang tergantung dari cara pandang objek dimaksud. Misalnya; dalam sebuah kelas belajar terdapat kursi, meja, papan tulis, dan yang lainnya. Kesemuanya merupakan objek yang berada dalam kelas tersebut. Sedangkan ruang kelas, ruang pengajar, ruang administrasi, ruang pimpinan, dan ruang lainnya dapat pula dianggap sebagai objek dari bangunan sekolah atau kampus. Begitu pula dengan sekolah-sekolah atau kampus-kampus dapat pula dianggap sebagai objek dari lingkungan yang lebih luas yang melingkupinya. Lingkup yang lebih luas yang menaungi sebuah atau beberapa objek bila kita tinjau dalam pemrograman kita sebut sebagai class.
Tiap objek memiliki atribut yang merupakan karakteristik dari sebuah objek. Misalnya objek kursi belajar di kelas, memiliki karakteristik kerangka utamanya terbuat dari besi, memiliki papan sebagai alas untuk menulis, warnanya hitam, terdapat busa pada alas duduk dan sandarannya, dan sebagainya.
Tiap objek juga memiliki method yang merupakan fungsi atau segala sesuatu yang dapat dilakukan objek. Misalnya objek ruang belajar dalam suatu sekolah dapat berfungsi untuk melindungi dari panas matahari dan hujan, sebagai tempat belajar dan lain sebagainya.
Pemrograman berorientasi objek menggunakan teknik pengembangan program dengan pendekatan building block. Setiap block, disebut objek, bersifat independen dan mampu berjalan sendiri atau saling kunci dengan object lain dengan mudah dan otomatis. Object-object berinteraksi dengan saling memberikan informasi satu terhadap yang lainnya.
Masing-masing object harus berisikan informasi mengenai dirinya sendiri (encapsulation). dan object yang dapat dikaitkan (inheritance). Encapsulation merupakan Mekanisme untuk menyembunyikan suatu proses dalam sistem untuk menghindari interferensi dan menyederhanakan penggunaan sistem itu sendiri. Sedangkan Inheritance pewarisan atribut dan method Suatu class kepada class lain (subclass), yang membentuk class hierarchy.
Jadilah Orang yang Mengajarkan
suatu waktu ketika saya menuntut ilmu, seingat saya waktu itu seorang guru pernah menyampaikan suatu pesan yang pernah dilontarkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadistnya yang bila dituliskan dengan bahasa saya kira-kira seperti dibawah ini (mudah-mudahan tidak salah) ;
Jadilah kamu seorang yang mengajarkan;
bila belum bisa, jadilah orang yang belajar;
bila itupun belum bisa maka jadilah orang yang mendengarkan proses belajar mengajar;
bila itu pun belum bisa dilakukan, maka jadilah orang yang mendukung proses belajar mengajar;
bila tidak juga, maka janganlah jadi yang kelima (belum bisa mengajarkan, tidak mau belajar, tak biasa mendengarkan, dan yang lebih konyol lagi tidak mendukung proses belajar mengajar yang sedang berlangsung).
Belajar dari “orang dulu”
Adalah sebuah karunia yang sangat berharga bila kita bisa mengambil pelajaran dari orang tua atau para sesepuh dari kalangan rakyat biasa. kehidupannya yang sederhana bukan berarti menyebabkan dia tidak cerdas dalam menjalani kehidupannya. kerja keras dan ketekunan menjadi modal utama keberhasilan mereka membesarkan dan mendidik anak-anaknya. Hingga setelah melewati perjalanan waktu yang panjang sekarang anak-anaknya sudah berhasil membina keluarga dan memiliki keturunan. semua bisa hidup layak bahkan berkecukupan.
Lokasi daerah tempat tinggal yang tandus dan kering telah menempa mereka. ketika telah beranjak dewasa, merantau ke kota menjadi alternatif pilihan bagi sebagian anak untuk memperbaiki keadaan keluarga. seiring perjalanan waktu satu persatu sang anak baik yang dikota ataupun yang tetap tinggal di desa berhasil mengelola hidupnya masing-masing.
kini ketika usia semakin tua, dan anak-anak sudah mulai punya cucu mereka tetap dalam kesederhanaan hidup yang membawanya tetap dalam keadaan nyaman, sehat, dan tanpa tekanan kehidupan yang berarti (subhanallah). Walaupun sebagian orang menganggap hampir telat, tetapi mengenal dan mendekatkan diri pada Allah SWT merupakan pilihan tepat pada usia yang tidak lagi muda. Bagaimana dengan kita ?
Ketika kesempatan, kemudahan, fasilitas, kesehatan, masih Allah SWT berikan pada kita, rasanya teramat rugi bila tidak bisa kita manfaatkan dengan baik. marilah belajar untuk bersyukur dan memanfaatkan segala nikmat yang diberikan-Nya pada kita dengan sebaik-baiknya.
Bacalah !
Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan……
-
Terkini
-
Tautan
-
Arsip
- Januari 2011 (1)
- Maret 2009 (1)
- November 2008 (2)
- November 2007 (1)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
